Minggu, 13 Desember 2015

Satu Kebaikan Beribu Manfaat

Pada tanggal 17 September 2015 saya  dan kelompok saya mengunjungi salah satu Panti Cacat Ganda  Al-Rifdah yang terletak di Jalan Tlogomulyo Bangetayu Pedurungan,Semarang.Ini pengalaman pertama kami mengunjungi panti cacat ganda dan kami sangat terharu oleh keadaan anak-anak cacat dan pengasuh-pengasuh di sana.Tujuan dari kunjungan kasih ini adalah untuk berbagi kasih kepada anak penderita cacat.esampainya disana saya dan teman-teman saya disambut baik dengan pemilik Panti Asuhan Cacat Ganda namanya Ibu Rahma Faradila. Ibu Rahma Faradila ini berumur 37 tahun, ia adalah pendiri serta pemimpin panti tersebut.  Berikut ini adalah pengertian dari Cacat ganda.
Cacat Ganda merupakan keadaan dimana terjadi kerusakan atau disfungsi perkembangan pendengaran yang bersifat sensorineural yang diikuti oleh kerusakan perkembangan berbahasa atau komunikasi.
Gangguan pendengaran pada usia berapapun dapat terjadi, kendati hanya merupakan gangguan pendengaran dengan derajat ringan sekalipun akan dapat mengakibatkan timbulnya permasalahan pada kemampuan berbicara, penguasaan bahasa serta belajar.
Permasalahan yang paling utama dalam perkembangan anak-anak yang menderita kehilangan pendengaran yang parah sampai berat/mendalam, adalah kemampuan mereka untuk mengadakan komunikasi secara lisan dan bahasa yang mengalami gangguan.
Anak yang tuli memang memperkembangkan suatu bahasa serta serta anak tuli, yang lahir pada orang tua yang tuli pulah mampu melakukan komunikasi satu sama lainnya serta serta dengan para orang tua mereka dengan efektif.
Meskipun saya tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun, setidaknya saya sudah berbagi kebahagiaan dan kasih kepada mereka. Hari ini saya dan teman-teman saya mendapatkan pengalaman luar biasa, pengalaman yang mungkin akan terus kami kenang.
Semoga dengan misi kemanusian ini, kita semua dapat memahami arti dari kasih sayang yang sesungguhnya. Khususnya dalam kunjungan kasih ini kami dapat mencurahkan kasih sayangnya pada anak-anak panti asuhan dan dapat berperan sebagai orang tua bagi mereka. Sehingga anak-anak panti asuhan pun dapat merasakan cinta kasih yang begitu besar dari kami.
Berikut ini adalah beberapa foto yang kami ambil ketika kami berada di Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifda.



Selasa, 01 Desember 2015

Mengunjungi makam MGR.Soegijapranata

Hari Senin tanggal 5 Oktober 2015, kami mendapat tugas untuk melaksanan proyek kebaikan.

Proyek kebaikan kami kali ini yaitu untuk mengunjungi makam Mgr. Soegijapranata. di Makam Pahlawan Semarang. Beliau meninggal dunia pada tanggal 22 Juli 1963 saat berusia 66 tahun. Beliau dianggap sebagai pahlawan bagi kaum Katolik di Indonesia.
Kami berangkat dari kampus sekitar jam setengah 9 pagi. 
Sesampainya di maka kami membersihkannya terlebih dahulu, karena makam terlihat sedikit kotor. Kami menyapu dan mengambili beberapa daun-daun kering disekitar makam. Setelah selesai membersihkan makam kami baru mulai untuk berdoa dan meminta doa dalam bentuk kebaikan agar saya bisa sukses selama menjalani pendidikan di Universitas Soegijapranata dan semoga Universitas kita tercinta dapat meraih kesuksesan kedepan.

Beliau meninggal dan dianggap sebagai pahlawan karena setelah Presiden Soekarno memproklamasi kemerdekaan Indonesia, Semarang dipenuhi dengan kekacauan. Soegijapranata membantu menyelesaikan Pertempuran Lima Hari dan menuntut agar pemerintah pusat mengirim seseorang dari pemerintah untuk menghadapi kerusuhan di Semarang.Pada tanggal 3 Januari 1961 ia diangkat sebagai uskup agung, saat Tahta Suci mendirikan enam provinsi gerejawi di wilayah Indonesia. Soegijapranata bergabung dengan sesi pertama dari Konsili Vatikan II.Nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dari sepanjang kehidupan Soegijapranata adalah untuk selalu memperjuangkan sesuatu yang kita anggap benar, selain itu beliau dikenal memiliki sifat ugahari mandiri, artinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebaiknya kita menjalaninya dengan sederhana dan mandiri.