NIM : 15.E1.0088
Secara esensial, Islam mengandung makna “perdamaian” dan mensosialisasikan kedamaian. Islam memimpin ke jalan damai, menuntun berhati sabar, semuanya di atas dasar kebenaran dan keadilan. Saat ini jumlah pemeluk Islam di dunia lebih dari satu miliar orang. Dari jumlah tersebut ternyata yang berlatar belakang Arab 18 persen, sisanya 82 persen non-Arab. Itu menunjukkan bahwa Islam bukan semata Arab. Secara geografis Islam pun menyebar di seluruh pelosok bumi. Terbanyak berada di Asia dan Afrika. Inilah jumlah umat beragama terbesar sejagad. Akan tetapi jumlah besar tak berarti kuat dan maju. Tepat seperti yang digambarkan Dr. Mahathir Mohamad bahwa dunia Islam kini berada pada titik terendah. "Tak satu pun negara Islam masuk ke dalam jajaran negara-negara dunia maju. Dunia Islam sekarang ini sangat lemah dan terbelakang.
Oleh karena itu dalam era globalisasi saat ini terjadi hegemoni seluruh nilai, yaitu politik, budaya, dan ekonomi, oleh negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat. Dunia Islam tersisihkan dalam kompetisi global. Bahkan beberapa negara dengan leluasa dikuasai kemerdekaannya oleh Barat. Hal tersebut terjadi antara lain karena umat Islam mengabaikan pembangunan ilmu pengetahuan dan dunia informasi yang dapat membawa pengaruh secara global. Para pemimpin umat lebih mencurahkan perhatiannya pada kajian-kajian keagamaan. Di samping itu, umat Islam juga terpuruk dalam perpecahan dan tidak mencoba untuk saling memajukan satu sama lain.Perdamaian adalah penyesuaian dan pengarahan yang baik dimana pihak bersangkutan dapat menyelesaikan masalah atau pertentangannya dengan cara damai dikarenakan ditemukannya jalan keluar yang sama-sama tidak merugikan sehingga dapat menciptakan suasana yang kondusif. Sejak lebih dari satu abad yang lalu agama telah mendapat tekanan-tekanan dari berbagai jurusan, dalam berbagai aspek kehidupan diberbagai tempat diseluruh dunia ini.
Adapun mereka yang menaruh perhatian pada agama, kendatipun mereka dalam keadaan mayoritas dari umat manusia, namun mereka masih dapat merasakan dan menyadari akan hal ini. Bahwasanya tekanan-tekanan itu telah mengakibatkan agama akan mengarah menuju keterasingan dari penghayatanpemeluk-pemeluknya. Perdamaian yang menjadi arahan dan tujuan yang hendak diwujudkan Islam itu adalah merupakan dorongan hatinurani yang bertitik tolak dari dalam batin manusia.Jadi inti dan saripati dari masalah perdamaian adalah bahwa orang seorang harus berada dalam keadaan damai dengan dirinya sendiri dan dengan umat manusia dan dengan sebagai akibat dari penempatan dirinya dalam hubungan damai dengan penciptanya.